Tampilkan postingan dengan label religion. Tampilkan semua postingan

gravatar

Seorang yang selalu Mengucap syukur




Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. (Kolose  3:15)



Ada seorang yang hidupnya sederhana (dia orang cina daratan), hidupnya selalu mengucap syukur, Apapun yang  dia alami, dia selalu berkata Tuhan terima kasih, Engkau selalu mengatur semuanya bagi saya, baik maupun tidak baik dalam hidupnya. Setiap kali dia mengalami krisis dimana panen gagal, dia ajak anaknya, berdoa, karena ibunya sudah meninggal, 

Anak  : Mau doa apa pak? 
Ayah  : Doa mengucap syukur, 
Anak  : Tetapi panen kita gagal, 
Ayah   : Tetapi kita masih diberi hidup, kita masih diberi pikiran dan otak untuk mencari jalan keluar.


Lalu mereka berdoa, dia mengatakan ; 
"Ya Tuhan terima kasih, tahun ini panen kita gagal, tapi paling tidak kami punya rumah untuk berteduh, dulu orang tua kami lebih miskin mereka tinggal di gubuk, hari ini kami punya rumah tapi sederhana, Tuhan terima kasih, istriku sudah meninggal, tapi aku masih punya anak laki-laki, jadi sahabat dan temanku yang baik, apapun keadaannya dia bisa bersyukur. Tuhan walaupun, aku tidak tahu harus makan apa, aku percaya setiap kali, aku melihat keluar burung-burung semuanya Engkau yang pelihara, aku tahu Kau juga pelihara hidupku". 

Orang tua itu melihat seluruh kebaikan Tuhan, lebih dari pada raksasa yang ada didalam hidupnya, dia memilih untuk menjadi "yosua dan kaleb"; yang mengatakan musuh kita, mereka seperti belalang, dan tidak seperti sepuluh pengintai lainnya, yang mengatakan kita adalah belalang.(Bil 13:25 ; 14:11)

Satu hari dia mengalami kekurangan air, dia mengatakan; 
"Tuhan terima kasih, walaupun air kurang kami tidak bisa mandi dengan baik, tapi aku mau beterima kasih karena tanpa mandipun kami tidak bisa mati, terima kasih Tuhan tetap kami bisa menikmati hal-hal yang lain, air kurang tapi aku melihat kebunku mulai tumbuh dengan baik, walaupun tidak sebesar sepertinya, walaupun sedikit saya bisa menikmati dari air yang ada pada buah-buah itu". 

Dia berterimakasih untuk pohon kelapa, yang airnya bisa diminum, apapun dia selalu mengucap syukur, dan tidak membiarkan setan untuk menghancurkan.
Dan suatu hari terjadi yang mengerikan, anaknya ini jatuh dan kakinya patah, tidak dapat diobati dengan baik, maka anaknya tidak dapat berjalan dengan sempurna. Lalu dia mengatakan kepada Tuhan "terima kasih saya masih memiliki anak, kakinya seperti ini karena kesalahan kami, tapi aku mau berterima kasih semuanya ajaib".

Satu bulan setelah peristiwa itu, terjadi perang besar didataran cina, karena tentara jepang masuk menyerbu ke cina, pemerintah berkata setiap orang muda yang kuat harus masuk menjadi anggota tentara,
Didesa anak lelaki ini sering jadi bahan tertawan orang-orang desa, yang berkata "kasihan ya, siapa yang mau kawin dengan anak cacat seperti itu, semua berkata tidak ada yang mau ambil dia jadi menantu mereka".

Tapi hari itu terjadi perang dan semua anak laki-laki harus wajib militer, anak-anak muda yang masih kuat harus wajib untuk masuk militer. Tentara masuk kedesa itu dan membuat pengumuman bahwa semua orang muda di desa harus berkumpul, termasuk anak muda ini, semua jalan berjajar.

Pemuda ini yang terakhir datang, dengan kaki diseret agak pincang lalu perwira melihatnya dan berkata, 
"kamu tidak perlu untuk ikut baris dan pulang saja, kamu bawa badanmu saja sulit apalagi bawa senjata. kamu tidak usah perang, jaga desa saja. Yang lain semua ikut kami". 
semua pemuda diangkut memakai truk kecuali dirinya.

Terjadi perang dengan jepang, mengakibatkan, tidak satupun dari mereka yang pulang dengan selamat, mati semua. 
Sekarang semua ibu-ibu datang meminta dia untuk menjadi menantu, karena tiada satu pemudapun yang ada didesa itu dan puluhan wanita masih banyak belum menikah.

Melihat hal ini sang ayah berkata kepada Tuhan; 
"Tuhan terima kasih Engkau mengajar kami untuk pilih satu saja, yaitu bersyukur".

Bersyukurlah dalam segala hal. (Mazmur 118)

gravatar

Agama hasil dari (tidak memiliki) sebuah pengalaman dengan Tuhan.(dari sudut pandang seorang Nasrani)






Manusia adalah roh yang memiliki jiwa dan tinggal dalam sebuah tubuh.
Jiwa memiliki fungsi-fungsi yang sah, tapi itu tidak dapat menggantikan tempat roh. ketika orang-orang mulai menaruh kepercayaan mereka kepada kemampuan dan kekuatan mereka sendiri, mereka menjauh dari roh dan menuju ke jiwa, yang termasuk pikiran dan emosi.
lalu, sebuah penggantian terjadi, yang didalamnya "agama" mengambil alih realita rohani.

Mari kita melihat beberapa pengganti yang paling umum :

1.Teologi (tidak ada inspirasi dari Roh Tuhan) - menggantikan pewahyuan.
Teologi adalah manusia yang mempelajari Tuhan dengan pikiran dan pertimbangan akal sehat manusianya

2.Pendidikan intelektual - menggantikan karakter
Pendidikan menduduki sebuah tempat penting dalam kehidupan seseorang.
jadi, penting bagi orang-orang muda untuk belajar, mengejar jenjang pendidikan dan menjadi para profesional yang unggul.
namun pendidikan intelektual tidak membangun atau membentuk karakter mereka; itu hanya mempersiapkan mereka untuk melaksanakan sebuah pekerjaan. Satu-satunya yang dapat membentuk karakter dan mengubah hati manusia adalah kuasa Tuhan.

3.Psikologi dan psikiatri - menggantikan ketajaman rohani.
Psikologi adalah bagian dari filsafat yang mempelajari jiwa dan pikiran.
Psikiatri adalah ilmu yang mempelajari jiwa dari pikiran manusia dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengannya.
Para psikologi dan psikiater memiliki maksud yang sangat baik untuk menolong orang-orang, tetapi mereka tidak menangani akar dari masalah-masalah mereka, yang adalah rohani. Mereka hanya menangani gejala-gejalanya (cabang-cabangnya) yang hanya luaran.

4.Program-rogram buatan mansuia - menggantikan tuntunan Roh Tuhan.
Banyak gereja melaksanakan ibadah-ibadah mereka menurut agenda mereka sendiri. Beberapa bahkan merencanakan aktivitas-aktivitas dua atau tiga tahun yang akan datang tanpa mengizinkan ruang sedikitpun untuk apapun yang Roh Tuhan mungkin ingin lakukan.
Ini adalah satu alasan kita melihat keadaan tanpa kuasa seperti itu didalam gereja.

5.Kefasihan berbicara menggantikan demonstrasi Kuasa.
Orang-orang mengejar gereja-gereja yang dikendalikan oleh kepribadian yang dibangun di atas karisma, talenta dan bakat manusia dari pada di atas nama Yesus.
Mereka meninggalkan unsur yang paling penting Kuasa Tuhan.

6.Pertimbangan akal sehat, Logika dan pikiran kedagingan - menggantikan hidup oleh iman.
Ketika kita menangani situasi-situasi ilahi dengan pikiran kedagingan, kita membatasi Tuhan dan kehilangan hal yang supernatural.
Iman memberikan kita kemampuan untuk percaya melebihi pertimbangan akal sehat manusia karena itu menggantikan semua pertimbangan.
Banyak dari hal-hal yang Tuhan lakukan dalam Kitab kehidupan tidak masuk akal bagi orang-orang yang menyaksikannya.

7.Khotbah motivasional - menggantikan pesan salib.
Menghilangkan atau menyembunyikan Yesus didalam sebuah pesan supaya tidak menyinggung orang sama saja dengan menghilangkan kuasa yang Ia aktifkan dengan kematian dan kebangkitan-Nya.

8.Hukum, norma dan peraturan yang kaku - menggantikan Kasih.
Banyak gereja lebih peduli agar orang-orang memelihara tradisi, norma, peraturan dan aturan dari dewan atau denominasi dari pada memberikan Kasih sejati Kristus kepada yang terhilang. kasih adalah satu-satunya hal yang dapat melepaskan kuasa Tuhan.

9.Hiburan menggantikan kuasa.
Banyak orang percaya datang beribadah untuk mencari hiburan dan banyak pula pemimpin menggunakan hiburan sebagai sebuah sarana untuk menjaga jumlah keanggotaan gereja tetap tinggi tanpa sepenuhnya membuat siapapun ada dalam kuasa Tuhan.

10.Kemampuan manusia - menggantikan Kasih Karunia Tuhan.
Kasih karunia adalah kemampuan ilahi yang diberikan oleh Tuhan bagi umat-Nya untuk menjadi sebagaimana Ia telah memanggil kita dan untuk mencapai hal yang tidak mampu kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri.
Ada hamba-hamba Tuhan yang memiliki pelayanan supernatural, tapi karakter mereka gagal untuk menanganinya sehingga banyak orang-orang menolak mereka, dan dengan demikian menolak yang supernatural.

11.Tradisi-tradisi - menggantikan Firman.
 Dalam beberapa lingkungan kristen, sudah umum untuk mendengar khotbah yang berdasarkan tradisi, yang telah diteruskan turun temurun. Banyak dari gereja-gereja adalah bagian dari tradisi yang sudah lama berdiri bukan berarti bahwa tradisi itu berasal dari Tuhan. Bahkan jika sebuah tradisi gagal untuk menghasilkan kehidupan baru atau mengubah kehidupan orang-orang, kemungkinan itu bukan dari Tuhan.

Saat kita menjadi sadar akan semua hal yang banyak gereja gantikan bagi kuasa Tuhan, kita mulai mengenal mengapa begitu banyak gereja kekurangan kuasa dan inilah alasan mengapa mukjizat, kesembuhan dan keselamatan begitu jarang terjadi.



NOTE: You are welcome to share my words with others – please credit “dithelen” with a link to my website.  Thanks! 

gravatar

Komunitas Atheis Indonesia





Menjadi ateis di Indonesia tentu tidak mudah. Sebab itu, banyak dari mereka menyembunyikan identitas sebagai kaum penolak Tuhan. 

Berbeda dengan Karl Karnadi. Dia cuek saja nama lengkapnya disebut dan fotonya dipublikasi. Dia hanya ingin masyarakat Indonesia menerima kenyataan sekaligus perbedaan. Meski sebagai negara berketuhanan, ada sebagian kecil dari warga Indonesia menolak mengakui Tuhan itu ada. 

Mulanya, dia sedikit tertutup lantaran belum ada media berbahasa Indonesia mewawancarai dia sebagai pendiri komunitas Indonesian Atheists. Berikut wawancara Faisal Assegaf dari merdeka.com dengan Karl Karnadi melalui surat elektronik, Selasa (19/3). 

Gagasan siapa mendirikan Komunitas Ateis Indonesia?

Pada Oktober 2008, saya mendirikan komunitas Facebook bernama Indonesian Atheists, disingkat IA (catatan: namanya persis seperti itu dgn istilah Inggris, berbeda dgn ateis indonesia atau komunitas atheis indonesia). Sebelum itu, sebenarnya sudah ada beberapa komunitas ateis di forum-forum atau milis meski belum ada yang dikembangkan serius. Ide dari saya awalnya sederhana saja. 

Saya ingin tempat berdiskusi dengan teman-teman saya dari Indonesia yang juga ketemu bertemu di Internet dan sama-sama ateis atau agnostik. Awalnya jumlahnya kecil sekali, kurang dari sepuluh orang. Sekarang tentu ini berkembang jauh dari sekadar online di mana kami bisa berkumpul juga di dunia nyata, saling dukung satu sama lain pada saat ada yang terkena diskriminasi.

Pada 2011, teman saya (salah satunya akan anda wawancara), mendirikan laman Facebook bernama Anda Bertanya Ateis Menjawab, disingkat ABAM beralamatkan di http://FB.ateismenjawab.com dan ini sedang kami kembangkan. Gagasan ini berasal dari teman saya tadi, tapi saya dan beberapa teman lain sangat mendukung dan ikut mengembangkan. Grup IA di atas diperuntukkan untuk sesama ateis dan agnostik, sementara ABAM untuk semua orang, baik beragama atau tidak. Kami mengharuskan format interaksi di ABAM dalam bentuk tanya jawab sehingga menghindarkan debat kusir atau interaksi tidak sehat.

Apa tujuan pendirian komunitas ini?

Tujuannya ada dua, ke dalam dan keluar. Ke dalam, kami ingin mendukung dan menghibur teman-teman ateis terdiskriminasi dalam dunia nyata, dan ada banyak sekali yang seperti ini. Ada banyak orang masih menyembunyikan identitas sebagai ateis, pelajar harus berpura-pura beragama di hadapan keluarganya, suami atau istri harus berpura-pura di hadapan anak dan pasangannya. Sama sekali tidak mudah. 

Bayangkan bila teman-teman beragama dipaksa harus berpura-pura beragama lain, kira-kira rasanya sama. Tidak setuju tetapi tidak bisa bersuara, tidak bisa menampilkan jati diri tanpa jadi korban kebencian dan diskriminasi. Komunitas online sangat berperan sebagai kelompok pendukung dan memberikan dukungan bagi mereka yang terdiskriminasi.

Keluar, kami ingin mengenalkan ada ateis juga di Indonesia dan kami ingin dipandang bukan sebagai musuh, tapi sebagai sesama manusia, sesama warga Indonesia. Sumber dari permusuhan adalah prasangka negatif sering salah tetapi tersebar luas. Prasangka-prasangka negatif ini ingin kami luruskan. 

Ateis adalah orang-orang normal dan bermoral, warga yang membayar pajak dan mengikuti hukum, sama seperti orang-orang lain beragama. Bedanya, kami tidak percaya keberadaan Tuhan agama apapun. Perbedaan kadang menimbulkan ketersinggungan. Ini lumrah, tetapi tidak harus disikapi dengan permusuhan dan kebencian. Sebagai sesama manusia, sebenarnya kita memiliki lebih banyak persamaan ketimbang perbedaan, hanya kita sering lupakan itu dan fokus pada perbedaannya saja.

Tujuan pertama kami capai dengan grup IA dan tujuan kedua dengan laman ABAM.

Kapan komunitas itu dibentuk? Siapa saja pendirinya dan di mana didirikan?

Ini kebetulan sudah saya sebutkan di atas. Kami adalah satu komunitas dan menyediakan berbagai macam media interaksi, dua di antaranya melalui IA (Indonesian Atheists) ke sesama ateis dan ABAM (Anda Bertanya Ateis Menjawab) kepada orang lain. 

Sampai kini sudah berapa jumlah anggota komunitas? dari mana saja, berapa lelaki dan perempuan? Asal agama mana saja?

Pencatatan lumayan akurat bisa dilihat di http://atheistcensus.com/. Di situ bisa terlihat jumlah dari komunitas ateis dari Indonesia sekitar 600-an orang. Tentu yang aktif dan bertemu reguler tidak sebanyak itu. Urutan eks agama apa saja sesuai dengan demografis Indonesia, jadi terbesar dari muslim, kemudian Kristen, dan seterusnya. Kami tidak mencatat atau mendata anggota-anggota kami baik yang aktif atau tidak aktif. Banyak dari mereka masih tertutup di kehidupan nyata dan mungkin tidak akan merasa nyaman bila didata seperti itu, jadi maaf kalau tidak mendetail. Tapi data-data dari atheistcensus saya rasa cukup bagus.

Apakah komunitas ini memiliki kantor dan ada pertemuan rutin? Kalau ada, apa saja yang dibahas?

Tidak, kantor kami di Facebook dan media sosial lainnya. Seperti saya sebut di atas, ada pertemuan-pertemuan di beberapa kota besar meski tidak rutin. Nonton bioskop atau film DVD bersama-sama, datang ke acara tertentu bareng, menyanyi karaokean, dan makan malam rame-rame. Tentu ada beraneka ragam topik dibahas, di antaranya juga curhat pada saat ada kesulitan atau frustrasi terhadap kondisi kehidupan penuh diskriminasi. Tetapi yang terutama adalah bersenang-senang bersama-sama. 

Bagaimana reaksi saat komunitas ini dibentuk?

Pemberitaan dimulai pada saat AFP (salah satu media internasional) mewawancarai saya dan memberitakan pada Januari 2009 tentang komunitas ateis di Indonesia. Kemudian tidak lama, komunitas kami berkembang pesat, baik dari jumlah atau pemberitaan di media. Jadi saya rasa sejauh ini cukup positif. Banyak pengunjung laman ABAM dari orang-orang beragama mulai menerima keberadaan kami meski di saat yang sama tidak setuju dengan ateis. Saya harap pembaca artikel ini akan memiliki kesan sama.

Apa alasan Anda menjadi atheis? Sejak kapan Anda menjadi atheis? Bagaimana reaksi keluarga Anda?

Tiga pertanyaan ini saya jawab sekaligus. Saya menjadi ateis baru sekitar akhir 2007, tetapi sudah melalui sekitar dua tahun penuh pergumulan. Saya belajar banyak hal sebelumnya tentang sains dan agama. Jawaban dari masing-masing agama berdasar kitab atau tokoh tertentu mereka sucikan tidak memuaskan saya. 

Keluarga saya beragama dan taat. Mereka tentunya kecewa dengan jalan saya tempuh tetapi saya cukup beruntung mereka tetap menerima saya sebagai anak. Banyak teman-teman ateis lain mengalami nasib jauh lebih buruk dengan adanya pengusiran dari rumah dan pengucilan. Saya juga beruntung karena saya berangkat untuk studi di Jerman sehingga relatif sedikit tekanan psikologis dan diskriminasi saya terima. Saya salut kepada teman-teman ateis lain tinggal di Indonesia dan harus mengalami diskriminasi setiap hari. Pastinya tidak mudah.

Apakah Anda yakin orang bisa benar-benar tidak percaya Tuhan?

Seorang muslim tidak percaya agama Kristen, Hindu, dan agama lain selain Islam. Seorang Kristen tidak percaya semua agama kecuali Kristen. Kami mirip seperti itu, bedanya adalah kami tidak percaya semua agama. Ini sesuatu mungkin asing bagi masyarakat Indonesia belum pernah mendengar, tetapi kami benar-benar tidak percaya Tuhan. Kami menjalani hidup seperti biasa, dengan mimpi-mimpi dan ambisi, dengan keberhasilan dan kegagalan, sama seperti orang lain. Hanya saja kami tidak menggantungkan pada Tuhan melainkan pada harapan, pembelajaran, introspeksi diri, pada berbagai hal manusiawi kami bisa pelajari.

Atau ateis itu sekadar tidak percaya Tuhan versi agama dan keyakinan selama ini? Jadinya ateis itu punya Tuhan dalam wujud lain?

Tidak ada, ateis benar-benar tidak percaya Tuhan apapun yang berwujud. Ateis bukan selalu didasarkan pada kekecewaan atas agama tertentu. Ada yang didasarkan pada pembelajaran pribadi, bahkan ada yang dari kecil memang tidak menerima pelajaran agama. Saya termasuk yang melalui pembelajaran dan pergumulan pribadi cukup panjang.

Anda yakin tidak pernah ingat Tuhan atau menyebut nama Tuhan sejak menjadi ateis?

Tidak, saya rasa sikap bergantung pada Tuhan ini terutama adalah kebiasaan. Banyak dari kita sejak kecil terdidik secara agama tentu terbiasa dengan hal itu. Tetapi kebiasaan juga bisa berubah, begitu pula kepercayaan.

Pernahkah Anda hampir mati? Kalau belum, kepada siapa minta tolong waktu hampir mati?

Saya belum pernah mengalami pengalaman hampir mati, tetapi saya pernah mengalami kecelakaan dan saat-saat di mana saya merasa terancam secara fisik (kecelakaan lalu lintas pada saat saya ada di Indonesia, tidak ada kaitan dgn ateisme saya). Saya hanya terpikir meminta tolong pada orang bisa dimintai tolong dan pada saat ada orang lain bermurah hati menolong saya berterima kasih atau bersyukur pada orang itu. 

Saya paham ini sesuatu yang asing atau terlihat aneh bagi banyak orang, tetapi memang akan selalu terasa asing pada hal-hal orang belum pernah kenal. Tak kenal maka tak sayang. Kami berusaha sebaik-baiknya mengenalkan diri kami sebenarnya dan berharap mendapat sayang dari masyarakat Indonesia meski kami berbeda.

Biodata

Nama:
Karl Karnadi

Umur:
29 tahun

Pendidikan:
Kuliah S2 ilmu komputer

Pekerjaan:
Periset paruh waktu
Pendiri Indonesian Atheists
Administratur Anda Bertanya Ateis Menjawab.

Tempat Tinggal:
Jerman sejak 2006

--------------------------

KESAKSIAN SEORANG PENGIKUT ATHEIS INDONESIA



Hidupnya berputar lima tahun lalu ketika masih berusia 19 tahun. Di umur sebelia itu, putaran dilakoni Nu (tidak nama sebenarnya) bukan soal nasib, tapi keyakinan. Dari penganut Katolik taat berganti ateis. 

Tuhan biasanya menjadi sandaran pamungkas ketika seseorang galau. Namun itu tidak lagi berlaku buat bungsu dari tiga bersaudara ini. "Gue nyaman dengan keadaan ini," kata Nu saat ditemui merdeka.com, Selasa malam dua pekan lalu, di sebuah kafe di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan. "Sampai sekarang tidak ada bukti membuat gue percaya Tuhan itu ada." 

Pemuda berkaca mata itu tidak sendirian. Dia merupakan anggota komunitas Indonesia Atheists, sebuah kumpulan penolak Tuhan eksis lewat laman Facebook. Bahkan, Nu terhitung pendiri bersama Karl Karnadi. Komunitas ini dibentuk pada 1 Oktober 2008.

Hingga Rabu pekan lalu, Indonesian Atheists beranggotakan 1.110 orang. Sekitar 65 persen adalah lelaki dan kebanyakan yang tidak percaya Tuhan tadinya penganut agama dibawa oleh Nabi Muhammad. Jumlah mereka sedikit unggul ketimbang mantan pemeluk Nasrani. "Dasar pembentukan adalah mendirikan semacam suaka buat teman-teman ateis dan non-religius untuk mengekspresikan pemikiran," ujar Nu. 

Di awal berdirinya, baru ada sekitar seratus anggota. Komunitas Indonesian Atheists ini juga menggelar pertemuan kecil untuk sekadar saling kenal dan bertukar kabar. Nu mengklaim sampai saat ini anggota mereka tersebar mulai ujung Sumatera hingga Papua. Bahkan, ada juga yang menetap di luar negeri. 

Untuk bergabung tidak sulit, cukup mengajukan diri lewat laman Facebook Indonesian Atheists. Nu sebagai administratur, lantas bakal memverifikasi pendaftar. Dia bakal mencari tahu latar belakang dan tujuan mereka. Saban hari, komunitas ini kedatangan 5-10 orang. Setelah verifikasi selesai, pendaftar menjalani wawancara lewat pesan pribadi. Selepas itu, Nu dan Karl bakal membahas hasil wawancara itu sebelum memutuskan apakah pendaftar bisa diterima menjadi anggota atau ditolak. 

Indonesia Atheists tidak berjalan kaku. Tidak ada aturan main dan pemimpin. "Yang penting tiap anggota dalam berdiskusi menjaga situasi supaya nyaman, tidak berkata kasar atau melecehkan," tutur Nu. Meski kebanyakan sudah paham, komunitas ini mengingatkan anggota mereka agar tidak sembarangan sesumbar di depan publik sebagai orang tidak percaya Tuhan. 

Imbauan ini berkaca dari pengalaman Alexander alias Aan, administratur laman Facebook Ateis Minang. Dia ditangkap karena berkoar sebagai seorang ateis. Majelis hakim Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung, Sumatera Barat, pertengahan Juni tahun lalu, memvonis lelaki 30 tahun itu 2,5 tahun kurungan dan denda Rp 100 juta. Dia didakwa dengan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik lantaran menyebarkan kebencian rasial dan agama.

Indonesian Atheists hanyalah sebagian dari komunitas-komunitas manusia tak bertuhan di negara ini. Memang sulit memastikan jumlah mereka. Karl Karnadi, pendiri Indonesian Atheists, sangat berharap masyarakat bersedia menerima kaum ateis. "Kami berusaha sebaik-baiknya mengenalkan diri kami sebenarnya dan berharap mendapat sayang dari masyarakat Indonesia meski kami berbeda," ucapnya kepada merdeka.com lewat surat elektronik.

-----------------------------------

PERKEMBANGAN ATHEIS DUNIA



Perkembangan ilmu pengetahuan makin pesat dan zaman kian modern. Alhasil, para ilmuwan sudah banyak menyingkap misteri alam semesta. 

Rupanya makin banyak semua hal bisa dapat dicapai dengan nalar, bertambah pula manusia mengagungkan rasionalitas mereka. Akibatnya, stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, seperti hasil survei lembaga jajak pendapat WIN Gallup Agustus tahun lalu, orang tidak percaya Tuhan terus bergerombol. Kaum ateis di seantero dunia naik tujuh persen dan pertumbuhan paling cepat berlangsung di Prancis. 

Berdasarkan hasil studi Gallup, negara dengan tingkat religiusitas tinggi, yakni Ghana (96 persen), disusul Nigeria (93 persen), dan Macedonia (90 persen). Negara berpenduduk paling tidak percaya Tuhan adalah Jepang (31 persen), diikuti Republik Ceko (30 persen), dan Prancis (29 persen).

Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Surat kabar the Daily Mail melaporkan pada Oktober tahun lalu, hasil penelitian oleh Pew Forum on Religion & Public Life menunjukkan penganut ateis meningkat lima persen dalam lima tahun terakhir. Survei ini dilakukan sepanjang Juni-Juli 2012 dan melibatkan tiga ribu responden.

Hingga saat ini, Aliansi Ateis Internasional (AAI) masih mensensus kaum ateis sejagat lewat situs http://atheistcensus.com/. Jumlah mereka saban hari terus bertambah. Berdasarkan hasil sementara, sepuluh negara dengan jumlah orang ateis terbanyak adalah Amerika Serikat (64.940), Brasil (14/703), Britania Raya (13.134), Turki (11.827), Australia (8.886), Kanada (8.848), India (3.853), Italia (3.343), Jerman (3.314), dan Iran (3.306). 

Kaum ateis ini kebanyakan dulunya beragama Protestan (33,7 persen), disusul Katolik (31,3 persen), dan Islam (10 persen). Mereka sebagian besar bergelar sarjana (60 persen) dan master (19,4) persen. Kelompok anti-Tuhan ini mayoritas lelaki (73,7 persen) dan perempuan (25,7 persen) dengan rentang usia 25-34 tahun (35,7 persen) dan 15-24 tahun (30,4 persen).




NOTE: You are welcome to share my poetry with others – please credit “dithelen” with a link to my website.  Thanks!

gravatar

Biji Sesawi (kesaksian hidup Rodi)-Khusus Nasrani


Warning: Be prepared for images of violence and death
(in one  case, the photograph of a dead child) if you scroll down.

"Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." (Mat13:32).

Yesus pernah mengutarakan kepada murid-muridnya mengenai Iman & Biji sesawi.

Saya bersyukur kepada Tuhan bila saja saya mendapatkan Iman sebesar sebiji sesawi dalam hidup saya. Ternyata, saya baru mengerti kita (umat yang percaya Yesus) sudah mendapatkannya "iman sebiji sesawi itu" disaat kita telah menerima Kristus. Iman itu digambarkan seumpama biji sesawi yang dapat tumbuh menjadi besar bahkan menjadi pohon.

Hal ini bisa saya lihat & rasakan disaat saya mengalami kecelakaan.

Sudah 3 tahun saya melewati masa kritis itu, dan sudah 3 tahun pula saya menikmati rasa sakit yang harus saya bawa setiap hari, setiap jam & setiap detik, Puji Tuhan.
Hanya dengan pertolongan Tuhan semuanya boleh berjalan dengan baik dan perlahan saya dikuatkan dari rasa sakit itu.

Setelah saya diamputasi masih ada hal yang harus saya lewati.

Bukan saja mental tetapi juga adaptasi terhadap lingkungan dan tubuh yang baru.
Menurut perhitungan medis seharusnya saya diamputasi dari pangkal paha saya yg patah, sebab kecil kemungkinan tulang saya dapat kembali menyatu, (dikarenakan luka terbuka yang lama di paha).


 Luka paha terbuka

Tulang sudah terinfeksi begitu juga tubuh yg sudah menolak akan benda asing (itu menurut hasil medis oleh karenanya mereka menganjurkan amputasi dari pinggul).

Tetapi saya tetap bertahan agar paha saya tidak perlu diamputasi.
Kesimpulannya pihak dokter memasukkan pen (sepanjang tulang paha) ke dalam tulang sum-sum paha dengan menembus melalui pinggul saya. Wow, rasa sakitnya luar biasa sekali hingga hari ini. (yang tidak sakit menjadi sakit).


Hasil pen yang dimasukkan melalui pinggul

Selama 3 tahun saya melalui kehidupan seperti ini, saya percaya Tuhan memberi kekuatan & pemulihan buat saya, walau sempat di tahun pertama rasa sakit di pinggul dan dengkul saya sungguh luar biasa saya alami (dengkul mengalami kontraktur(kaku)-betis tidak bisa melipat secara penuh), tubuh saya tidak bisa bergerak leluasa disaat rasa sakit itu datang.

Dudukpun sulit, bahkan terkadang pecahan-pecahan kecil tulang keluar dari paha saya.
Puji Tuhan seberapapun rasa sakit itu mengintimidasi saya, tidak melebihi dari kekuatan saya. Saya masih bisa beryukur sebab saya masih mempunyai pengharapan bahwa saya masih bisa untuk berjalan kembali dan sehat.

1/2 tahun berjalan saya sudah mulai lepas kursi roda dan mencoba menggunakan tongkat.

di tahun pertama  mencoba kaki palsu. Kendala tetap ada, setiap saya menepakkan kaki palsu, pinggul langsung terasa sakit dan nyeri juga dibarengi dengan demam tinggi malamnya.
Belum lagi bila phantom pain datang menyerang, puji Tuhan lengkap semua kesakitan itu.
Oleh karena itu  jarang sekali saya memakai kaki palsu, hanya bila sedang keluar rumah saja saya menggunakannya (walaupun harus demam setelah itu).
Selama 4 bulan pertama saya keluar dari RS, saya rutin chek-up, tetapi setelah itu tidak lagi.
2 tahun berjalan saya mulai u/ bersosialisasi dengan keluarga besar u/ mencoba berkunjung dan berkumpul. Tetapi bila saya banyak bergerak rasa sakit itu selalu datang di bagian pangkal pinggul saya.

Terkadang memang keluarga besar selalu banyak yang bertanya "kok sudah menggunakan kaki palsu tetap memakai tongkat?". Mereka bertanya karena tidak tahu, itu hal biasa buat saya.  Secara medis memang bila seorang pasien diamputasi (below knee), 6 bulan setelah itu mereka sudah dapat menggunakan kaki palsu (endoskeletal) dan berjalan kembali.

Pasien sudah dapat menggunakan kaki palsu dan berjalan kembali.
Tetapi berbeda dengan pengalaman medis saya, sebab dikarenakan pinggul yang sengaja dilukai untuk memasukkan pen hal itulah yang membuat rasa sakit selalu ada.

Masuk tahun ke 3 saya sudah mulai beradaptasi untuk rasa sakit di paha saya.

Saya sudah mulai berani untuk menaiki motor kembali (hanya diboncengi saja). Rasa nyeri paha dan pinggul sudah mulai saya lawan bila terjadi goncangan.
Perjalanan yg menurut saya paling berani dan jauh adalah disaat saya pergi ke medan lengkap dengan menggunakan kaki palsu saya (mei 2012).
Tuhan luar biasa buat saya, saya dapat melalui rasa sakit itu dengan pertolongan kekuatanNya. hampir 4 bulan saya berada disana (medan) dan semua baik2 saja.
lalu saya kembali ke jakarta.
Selama 3 tahun terakhir saya merasakan bahwa dengkul & patahan tulang paha sudah mulai tak sering terasa lagi rasa sakitnya walaupun pinggul memang selalu saja sakit tetapi rasa sakit yang biasa saja sebab saya sudah mulai menikmati rasa sakit itu (mulai beradaptasi).

Saya merasakan bahwa saya sudah pulih, dan ada niat saya disaat nanti saya dijakarta saya akan chek-up kembali untuk melihat hasilnya. Saya sangat bersemangat sekali sewaktu pergi check-up, yg saya pikirkan waktu itu hanyalah bahwa saya akan mencabut pen didalam tubuh saya sebab dikarenakan sudah 3 tahun lamanya benda asing ini tertanam didalam tubuh saya. Bertemu dengan dokter orthopedi yg dahulu mengoperasi saya adalah sebuah reuni yang tidak pernah saya inginkan, setelah konsultasi saya di suruh untuk rontgen terlebih dahulu apakah ada perkembangan bagi tulang saya.

Melihat hasil rontgen, saya terkejut dan sempat drop, tulang paha saya belum juga tersambung dan lebih parahnya lagi ujung (atas) pen yang berada di pinggul beberapa cm keluar dari tulang paha saya.


Hasil rontgen terakhir

Saya baru tahu ternyata hal ini yg membuat pinggul saya selalu sakit yang berkepanjangan. Pen yg keluar dari tulang itulah yang menyebabkan rasa sakit karena selalu merusak daging dalam tubuh saya (itulah yg membuat luka dipinggul yang tidak tertutup hingga sekarang dan selalu mengeluarkan darah/nanah).


Disaat dokter melihat hasilnya lalu ia mengatakan

"Maap rodi, tulang kamu belum tersambung dan pen ini harus kita cabut sebab infeksinya tidak akan pernah membaik. Bahkan kalau dibiarkan akan terjadi tumor kulit pada pinggul paha kamu." lalu saya bilang " Bisakah diganti dengan pen yang baru yg tidak terlalu panjang." dokter bilang "tidak bisa, infeksinya akan tetap ada, sehingga membuat tulang tidak bisa menyatu.".
"Jadi saya harus bagaimana, dok?" tanya saya.
"Saya tidak mempunyai solusinya, lebih baik saran saya kamu harus kembali dengan perawatan awal dengan menggunakan pen eksternal." itu pendapat dokter saya.

Mendengar hal itu saya kaget. ini seperti saya kembali lagi pertama kali diruang IGD.

Masa saya harus kembali lagi memulai seperti waktu pertama kali kecelakaan (menggunakan pen eksternal-yang hanya bisa berbaring di tempat tidur), hal itu sudah pasti membuat saya tidak dapat beraktifitas.


"Pen eksternal" : awal pertama kali kecelakaan


Dengan rasa penyesalan saya kembali pulang kerumah.

Tetapi selalu Tuhan membuat hati saya tenang dan saya sangat bersyukur, sebab hingga selama ini infeksi yg ditakutkan oleh pihak medis tidak terjadi pada tubuh saya, bahkan sepertinya tubuh saya telah menanggapi dengan caranya sendiri bahkan terlihat biasa saja selain memang bila saya melakukan aktifitas saya yang berlebihan rasa sakit akan muncul.

Keputusan saya hingga hari ini hanyalah menyerahkannya kepada Tuhan.

Hati saya tidak mau saya letakkan di dalam ketakutan penyakit ini. Saya hanya percaya bahwa selama saya ada dan menulis kesaksian ini Tuhanlah yang bekerja didalam pergumulan hidup saya dan tubuh saya ini. saya sudah melewati masa-masa perjalanan menuju kematian itu dan Tuhan sudah menolong saya, lalu juga di masa-masa pemulihan, hingga sekarang Tuhan juga yang sudah membantu dan menguatkan saya, dan sekali lagi dimana sepertinya harapan itu tiada, Tuhan Yesus yang memberi pengharapan yang baru, juga waktu buat saya.

Jadi semakin iman saya bertumbuh dan berbuah, semakin besar pula pengharapan saya didalam Yesus bagi hidup saya. Dan bila Tuhan ada didalam hidup saya, untuk apa lagi saya harus takut dan khawatir. Sebab saya sudah pernah melewati waktu yang berharga itu (ambang batas kematian) dan di selamatkanNYA. Bersama dengan kekuatanNya yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang tidak ada menjadi ada, semua hanya didalam Yesus.
Nanti, bulan september 2013 adalah tahun keempat bagi pemulihan kaki saya, saya percaya tulang paha ini akan menyatu kembali dan saya tidak membutuhkan lagi pen yang tertanam didalam tulang paha saya ini.

Disaat tiba rontgen nanti, pasti ada kabar sukacita buat saya.
Tuhan Yesus sanggup memulihkan tulang paha saya ini, maka Ia akan segera memulihkannya. Tetapi seandainya tidak, tetap saya akan menyembah-NYA, sebab IA telah menyelamatkan hidup saya.
Amin, JBU.





sumber:

Kesaksian 'Rodi'
"Saya di Interupsi oleh NYA"




NOTE: You are welcome to share my poetry with others – please credit “dithelen” with a link to my website.  Thanks!


gravatar

PEWAHYUAN tentang TUHAN SUPERNATURAL



Bencana-bencana alam, seperti gempa bumi, angin topan dan tsunami, tampak semakin meningkat saja.
Kejahatan semakin tampak bertambah, bukan berkurang didalam masyarakat kita bahkan dunia. Pemberontakan, peperangan dan kabar angin peperangan memenuhi berita-berita malam.
Kelaparan adalah sebuah masalah yang mengerikan, hampir satu juta orang didunia akan pergi tidur tiap malam dalam keadaan lapar.
Krisis keuangan mempengaruhi negara-negara dunia, dimana tipu daya, kebohongan, ketidakamanan dan ketakutan berlimpah.

Orang-orang sangat menginginkan jawaban bagi masalah-masalah ini, tapi tidak satupun pemerintah atau para pemimpin politik atau sistem agama yang tampaknya mampu memberikan solusi yang benar.
Sedihnya, agama (sebagian besar) telah memberikan kepada dunia Tuhan yang hanya mereka kenal dalam sejarah "Tuhan dimasa lampau" yang duduk di takhta-Nya menunggu dunia jatuh sehingga Ia dapat menghukumnya. Padahal Tuhan yang kita kenal dulu, sekarang dan yang akan datang, Ia sama, Ia hidup didalam kehidupan manusia dan Tuhan yang memiliki kemampuan supernatural itu tidak memberi kesan seperti ini.

Tetapi saya dan anda akan belajar untuk menjalani sebuah "kehidupan iman" ditengah-tengah dunia yang berbahaya dan tidak pasti ini.
Beranilah melakukan perjalanan bersama-Nya.
Anda akan mengetahui bahwa Tuhan supernatural, berkuasa dan kekal yang bagi Dia segala sesuatu tidak ada yang mustahil, Tuhan yang dapat mengubah dan mentransformasikan hidup anda selamanya.



PEWAHYUAN
Manusia telah mencoba untuk mengenal Penciptanya melalui sarana intelektual, tapi ini telah terbukti tidak mungkin karena Tuhan hanya dapat dikenal melalui "Pewahyuan".
Apa itu pewahyuan? Dalam bahasa Yunani, kata "pewahyuan" adalah Apokalypsis, yang berarti; terbuka, dibuat telanjang,...suatu penyingkapan kebenaran atau petunjuk mengenai hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui. (secara khusus ungkapannya dalam pengertian "dunia rohani"). Jadi, pewahyuan adalah pengetahuan akan Tuhan yang disingkapkan pada roh kita dan itu diterima oleh penglihatan, pendengaran dan perasa secara rohani. Proses ini disebut sebagai "Pemahaman Rohani".

Pewahyuan membuat anda mendadak mengerti sesuatu tanpa bantuan indera alamiah. Pengetahuan dan pengertian ini hanya dapat diberikan oleh Roh Tuhan.
Tujuan-Nya bukan supaya Ia tetap menjadi sebuah misteri bagi umatNya, kenyataannya Ia selalu ingin agar kita mengenal Dia dengan intim dan mengalami sifat, kekuatan dan kebaikanNya.
Untuk menyingkapkan diriNya sebagai Tuhan yang supernatural dan mahakuasa, Ia mengirimkan Roh-Nya kepada kita.
Tidak ada cara lain yang olehNya kita dapat mengenal Dia.

SUMBER DARI PEWAHYUAN (Hikmat/Pengetahuan)
Sumber dari segala pewahyuan adalah Roh Tuhan.
Ia adalah satu-satunya saluran yang memberi kita akses kepada hikmat dan pengetahuan Tuhan yang disingkapkan. Roh Tuhan mendengar apa yang dikatakan di surga dan mengulanginya kepada pria dan wanita dibumi. Kita tidak dapat bisa mengenal Tuhan tanpa pertolongan Roh-Nya.

BAGAIMANA MENANGANI PENGETAHUAN ALAMIAH
Setelah Adam berdosa, ruang, waktu dan benda menjadi dasar dari realitanya. Dosa mengambil dari dia kemampuan untuk melihat kedalam alam rohani. Inilah sebabnya pikiran daging memiliki masalah dalam menangani apa pun yang tidak dapat dijelaskan olehnya dan memiliki masalah dalam mengerti Tuhan dan kuasa supernatural-Nya.

Filsafat adalah sebuah ilmu pengetahuan berdasarkan kecintaan akan hikmat yang diperoleh dari lingkungan alami.
Para teolog mungkin tahu bahwa ada satu makhluk yang superior, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka mengenal Dia secara pribadi. Mereka hanya beroperasi dengan informasi yang diperoleh melalui pencarian intelektual, akal sehat, proses mental atau pengalaman-pengalaman orang lain. Oleh sebab itu kita harus mengerti bahwa hikmat manusia dan filsafat tidak mampu menghasilkan kuasa supernatural yang dibutuhkan untuk memanifestasikan kuasa Tuhan.

Banyak para teolog dan filsuf yang berspekulasi tentang sifat Tuhan.
Mereka berusaha mengerti Dia melalui logika tetapi gagal dalam upaya mereka. Plato mencoba menganalisa Tuhan dan menyimpulkan bahwa Ia tidak ada. Aristoteles juga menyimpulkan bahwa Tuhan tidak nyata.
Banyak ilmuwan dan teolog lainnya telah berpikiran sama, tetapi itu karen mereka gagal mengerti bahwa Tuhan bisa dikenal dan dimengerti hanya oleh iman dan pewahyuan.

Ini adalah sebuah kebenaran yang nyata bahwa, pikiran manusia tidak mampu mengetahui segala sesuatu yang ada dalam diri manusia; hanya Roh Tuhan yang mengetahui segala hal.
Sungguh mengejutkan melihat orang-orang berpaling kepada filsafat, psikologi dan psikiatri untuk mencoba meyelesaikan masalah mereka.
Tuhan tidak dapat menyingkapkan diri-Nya sendiri kepada mereka yang kurang ingin mengenal Dia, atau kepada mereka yang memilih untuk tidak memiliki hubungan dengan Dia.

DUA DUNIA & MUKJIZAT


*Dunia natural
*Dunia supernatural

Apa itu dunia natural? itu adalah dimensi yang tunduk kepada hukum waktu dan ruang, sebuah dimensi yang dapat diakses hanya melalui indera jasmani.
Apa itu dunia supernatural? itu adalah dimensi yang beroperasi di atas hukum alam. Itu adalah dunia rohani-permanen, tidak kasat mata dan kekal-berlokasi diluar waktu. Itu memiliki kekuasaan atas dunia natural.
Dunia rohani bisa diakses hanya dengan iman.

Tuhan tidak meninggalkan kita sebagai budak bagi pikiran kita.
Setelah kejatuhan, Ia memberi kita "iman" untuk memampukan kita keluar dari alam jasmani yang didalamnya kita telah jatuh.
Iman adalah 'antena' yang olehnya kita dapat melihat ke dalam alam rohani; itu kemudian mengizinkan kita untuk mengambil tindakan dalam alam jasmani. Tetapi dalam ketiadaan pewahyuan ilahi yang progresif, orang-orang cenderung beralih ke pendidikan intelektual alami dan formal yang kebanyakan darinya dipakai mendiskreditkan iman. Pengetahuan intelektual memiliki tepatnya yang sah di masyarakat, akan tetapi itu adalah suatu pengganti yang buruk begi pengetahuan rohani.

Tuhan yang beroperasi dengan cara supernatural yang tinggal diluar waktu, yang mampu menginterupsi waktu dan ruang jika Ia menginginkannya. Inilah yang kita sebut "mukjizat".
saya mendefinisikan sebuah mukjizat sebagai "intervensi supernatural Tuhan yang menginterupsi arah normal kehidupan natural." dan ketika Ia mengangkat jariNya, waktu dunia berlanjut lagi.

DUA SUMBER KUASA SUPERNATURAL
*Tuhan
*Setan

Kuasa supernatural apapun yang tidak berasal dari Tuhan adalah dari setan. Oleh karenanya, manusia harus waspada agar tidak tertipu.

Jika kita mengamati para pria dan wanita hari ini, kita akan melihat bahwa beberapa orang hanya bergantung pada kemapuan alami mereka, hanya memercayai ilmu pengetahuan, tehnologi, matematika, filsafat, logika dan cabang-cabang intelek dan pengertian manusia lainnya.
Yang lain memilih ilmu sihir atau kuasa-kuasa supenatural jahat lainnya.

Kebanyakan orang dewasa muda tidak pernah menyaksikan atau mendengar tentang kuasa supernatural Tuhan karena iman mereka yang tidak stabil, yang dibangun diatas hikmat manusia dari pada pewahyuan(hikmat) tentang Tuhan.
Hari ini, banyak yang mencari kuasa "supernatural" dengan cara-cara lainnya, termasuk obat-obatan, alkohol, tenung dan sihir. (keinginan mereka akan kuasa itu baik, tapi cara mereka mencoba memuaskan keinginan ini yang jahat) oleh karenanya, mereka menjadi target yang mudah bagi setan, yang berusaha menghancurkan mereka.

5 HAL YANG MENGHAMBAT SUPERNATURAL
1.Ketidaktahuan
ketika manusia menemukan kebenaran manusia dibebaskan, tetapi ketika mereka kurang pengetahuan, manusia ditawan dalam ketidaktahuan mereka.

2.Teologi yang buruk
Teologi adalah pembelajaran tentang Tuhan melalui pikiran dan akal budi. Tanpa inspirasi, penerangan dan pewahyuan dari Roh Tuhan teologi menjadi bersifat jasmani-intelek duniawi yang dipengaruhi lebih oleh keinginan daging dari pada oleh Roh.

3.Humanisme
Humanismen adalah kumpulan ide-ide kefilsafatan yang mengangkat manusia ke posisi tertinggi dari segi penghargaan.
Humanisme modern telah menjadi semakin sekuler. Ia menolak Tuhan dan kuasa supernaturalNya sementara memosisikan manusia sebagai illah.
Humanisme merayakan pertimbangan akal sehat dan intelek manusia saja, membuatnya menjadi anti Tuhan.

4.Sihir
Apa yang membuka pintu kepada sihir?Pemberontakan, yang terdiri dari menghasut atau menggulingkan otoritas yang ditetapkan oleh Tuhan.
Pemberontakan menggantikan otoritas ilahi dengan otoritas yang tidak sah yang didukung oleh roh sihir. Tujuannya adalah untuk memanipulasi, mengendalikan, mengintimidasi dan mendominasi untuk meniadakan kuasa supernatural.

5.Pikiran daging
Pikiran daging adalah pikiran yang berdasarkan realita duniawi ini.
Tidaklah buruk atau dilarang untuk memiliki pikiran yang cerdas dan brilian, selama pikiran itu tunduk pada pimpinan Roh Tuhan.
Masalah dengan intelektualisme timbul ketika kita mencoba menggunakan pikiran daging kita untuk mengerti sesuatu yang rohani atau mengaktifkan kuasa supernatural Tuhan.
Pikiran kita akan menjadi musuh karena mereka mencoba menggantikan pewahyuan ilahi. Jika kita menyerah pada pikiran daging, kita berakhir dengan meragukan kuasa Tuhan.

pada dasarnya, pikiran daging itu anti Tuhan.
Sebab akal sehat, logika dan akal budi tidak pernah bisa menghasilkan sebuah mukjizat/supernatural.

'dithelen
saduran Kuasa supernatural Tuhan

gravatar

Doa Kepercayaan - song





DOA KEPERCAYAAN
cipt : Daud - Mazmur 13
arr : Rodi


Berapa lama lagi Tuhan
Kau lupakan diriku ini
berapa lama lagi
Kau sembunyikan wajahmu

Berapa lama lagi ku harus
menaruh kekuatiran hidupku
berapa lama lagi
ku harus bersedih hati

Pandanglah kiranya jawablah aku
ya Tuhanku, ya Allahku

Sbab kasih setiaMu Tuhan
membuat ku percaya padaMu
hatiku bersorak-sorai
sebab Engkau keslamatanku

buatlah mataku bercahaya
supaya alu jangan tertidur dan mati
agar musuhku tak berkata
aku telah kalah



NOTE: You are welcome to share my poetry with others – please credit “dithelen” with a link to my website.  Thanks!


gravatar

Manunggaling Kawula Gusti

Note:
Kenetralan sebagian atau keseluruhan artikel ini dipertentangkan.
Silakan melihat pembicaraan di halaman diskusi artikel ini.


Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap sebagai sufi dan salah seorang penyebar agama Islam di Pulau Jawa.[1] Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya. Di masyarakat, terdapat banyak variasi cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.

Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti. Akan tetapi, sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah seorang intelektual yang telah memperoleh esensi Islam itu sendiri. Ajaran-ajarannya tertuang dalam karya sastra buatannya yang disebut pupuh. Ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang dinilai bertentangan dengan ajaran Walisongo. Pertentangan praktik sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Daftar isi
1 Konsep dan ajaran
1.1 Manunggaling Kawula Gusti
2 Pengertian Zadhab
2.1 Hamamayu Hayuning Bawana
3 Kontroversi
4 Kisah pasca kematian
5 SYEKH SITI JENAR




Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, apa yang disebut umum sebagai kematian, justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi olehnya.
Sebagai konsekuensinya, kehidupan manusia di dunia ini tidak dapat dikenai hukum yang bersifat keduniawian, misalnya hukum negara, tetapi tidak termasuk hukum syariat peribadatan sebagaimana yang ditentukan oleh syariah. Menurut ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Syekh Siti Jenar, manusia di dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu syahadat, Sholat, puasa, zakat, dan haji. Baginya, syariah baru akan berlaku setelah manusia menjalani kehidupan pasca kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam budi. Pemahaman inilah yang dipropagandakan oleh para ulama pada masa itu, mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati pada awal sejarah perkembangan Islam, kira-kira pada abad ke-9 Masehi) tentang hulul yang berkaitan dengan kesamaan sifat Tuhan dan manusia.

Dimana seharusnya pemahaman ketauhidan melewati Empat tahap, yaitu:

Syariat: dengan menjalankan hukum-hukum agama seperti salat, zakat, dan lain-lain,

Tarekat: dengan melakukan amalan-amalan seperti wirid, zikir dalam waktu dan hitungan tertentu,

Hakekat, di mana hakikat dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan, dan

Makrifat, kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya.

Bukan berarti bahwa setelah memasuki tahapan-tahapan tersebut, maka tahapan di bawahnya ditiadakan. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para ulama pada masa itu tentang ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar. Ilmu yang baru bisa dipahami ratusan tahun setelah wafatnya Syekh Siti Jenar. Para ulama mengkhawatirkan adanya kesalahpahaman dalam menerima ajaran yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar kepada masyarakat awam di mana pada masa itu, ajaran Islam yang harus disampaikan seharusnya masih pada tingkatan syariat, sedangkan ajaran Syekh Siti Jenar telah jauh memasuki tahap hakekat, bahkan makrifat kepada Allah. Oleh karena itu, ajaran yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan label sesat.
Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus memperdebatkan masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apa pun, setiap pemeluknya sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa, hanya saja masing-masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh karena itu, masing-masing pemeluk agama tidak perlu saling berdebat untuk mendapat pengakuan bahwa agama yang dianutnya adalah yang paling benar.

Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. Orang yang beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa disebut ikhlas.

Manunggaling Kawula Gusti :
Dalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Arti dari Manunggaling Kawula Gusti dianggap bukan bercampurnya Tuhan dengan makhluk-Nya, melainkan bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk dan dengan kembali kepada Tuhannya, manusia telah bersatu dengan Tuhannya.
Dalam ajarannya pula, Manunggaling Kawula Gusti bermakna bahwa di dalam diri manusia terdapat roh yang berasal dari roh Tuhan sesuai dengan ayat Al-Quran yang menerangkan tentang penciptaan manusia:[2]
“Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh-Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya." Q.S. Shaad: 71-72 ”

Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi. Perbedaan penafsiran ayat Al-Qur’an dari para murid Syekh Siti inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam ruh Tuhan, yaitu polemik paham Manunggaling Kawula Gusti.

Pengertian Zadhab
Dalam kondisi manusia modern seperti saat ini, sering ditemui manusia yang mengalami zadhab atau kegilaan berlebihan terhadap Allah. Mereka belajar tentang bagaimana Allah bekerja sehingga ketika keinginannya sudah lebur terhadap kehendak Allah, maka yang ada dalam pikirannya hanyalah Allah. Di sekelilingnya tidak tampak manusia lain, kecuali hanya Allah yang berkehendak.
Setiap Kejadian adalah maksud Allah terhadap Hamba ini. Dan inilah yang dibahayakan karena apabila tidak ada Guru yang Mursyid yang berpedoman pada Al Quran dan Hadits maka hamba ini akan keluar dari semua aturan yang telah ditetapkan Allah untuk manusia. Karena hamba ini akan gampang terpengaruh syaitan, semakin tinggi tingkat keimanannya maka semakin tinggi juga Syaitan menjerumuskannya.

Hamamayu Hayuning Bawana
Prinsip ini berarti memakmurkan bumi. Ini mirip dengan pesan utama Islam, yaitu rahmatan lil 'alamin. Seseorang dianggap muslim salah satunya apabila dia bisa memberikan manfaat bagi lingkungannya, bukannya menciptakan kerusakan di muka bumi.

Kontroversi
Kontroversi yang lebih hebat muncul mengenai hal-ihwal kematian Syekh Siti Jenar. Ajarannya yang amat kontroversial itu telah membuat gelisah para pejabat Kesultanan Demak. Di sisi kekuasaan, Kesultanan Demak khawatir ajaran ini akan berujung pada pemberontakan mengingat salah satu murid Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging atau Ki Kebokenanga, adalah keturunan elite Majapahit, sama seperti Raden Patah, dan mengakibatkan konflik di antara keduanya.
Dari sisi agama Islam, Walisongo yang menopang kekuasaan Kesultanan Demak khawatir ajaran ini akan terus berkembang sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan umat. Kegelisahan ini membuat mereka merencanakan suatu tindakan bagi Syekh Siti Jenar untuk segera datang menghadap ke Kesultanan Demak.
Pengiriman utusan Syekh Dumbo dan Pangeran Bayat ternyata tidak cukup untuk membuat Siti Jenar memenuhi panggilan untuk datang menghadap ke Kesultanan Demak hingga konon akhirnya para Walisongo sendirilah yang akhirnya datang ke Desa Krendhasawa di mana perguruan Syekh Siti Jenar berada.[rujukan?]

Para wali dan pihak kerajaan sepakat untuk menjatuhkan hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar dengan tuduhan telah membangkang kepada raja. Maka, berangkatlah lima wali yang diusulkan oleh Syekh Maulana Maghribi ke Desa Krendhasawa. Kelima wali itu adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran Modang, Sunan Kudus, dan Sunan Geseng.
Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu ilmu antara kelima wali tersebut dengan Syekh Siti Jenar. Menurut Syekh Siti Jenar, kelima wali tersebut tidak usah repot-repot ingin membunuhnya karena ia bisa meminum tirta marta (air kehidupan) sendiri. Ia dapat menuju kehidupan yang hakiki jika memang ia dan budinya menghendaki.[rujukan?]
Tidak lama kemudian, terbujurlah jenazah Syekh Siti Jenar di hadapan kelima wali. Ketika hal ini diketahui oleh murid-muridnya, serentak keempat muridnya yang pandai, yaitu Ki Bisono, Ki Donoboyo, Ki Chantulo, dan Ki Pringgoboyo ikut mengakhiri "kematian"-nya dengan cara yang misterius seperti yang dilakukan oleh gurunya di hadapan para wali.[rujukan?]

Kisah pasca kematian
Terdapat kisah yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Syekh Siti Jenar disemayamkan di Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak bunga dan cahaya memancar dari jenazahnya. Jenazah Syekh Siti Jenar sendiri selanjutnya dimakamkan di bawah Masjid Demak oleh para wali. Pendapat lain mengatakan, ia dimakamkan di Masjid Mantingan, Jepara, dengan nama lain.[rujukan?]

Setelah tersiar kabar kematian Syekh Siti Jenar, banyak muridnya yang mengikuti jejak gurunya untuk menuju kehidupan yang hakiki, antara lain Kiai Lonthang dari Semarang, Ki Kebo Kenanga, dan Ki Ageng Tingkir.
Kontroversi yang lain adalah bahwa kemungkinan terbesar Syekh Siti Jenar adalah salah satu tokoh Islam yang dengan segala kebijaksanaannya telah dapat mengadaptasi Islam dengan keluhuran ajaran Hindu dan Budha yang menjadi pegangan Bangsa Indonesia sehingga dapat terlihat dengan jelas bagaimana nilai daripada kehidupan dan kesejatian manusia dengan penciptanya yang ada dalam Bhagawad Gita berpadu dengan nilai yang diajarkan Alquran.[rujukan?]
Hal ini tentu saja tak berlebihan, karena dengan tingkat kerohanian dan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Syekh Siti Jenar, ia akan mampu melakukan penghormatan kepada leluhur dan melestarikan nilai kebenaran yang diwariskan, menyerap agama baru dan melakukan penyesuain nilai agar dapat diterima oleh seluruh bangsa sehingga menjadi berkah keluhuran bagi alam semesta.
Kalau para wali songo dengan pola gerakan yang lebih kepada keduniawian berusaha mengadopsi konsep Dewata Nawa Sanga di Hindu yang mereka personifikasikan ke dalam Wali Songo untuk mengubah pandangan masyarakat Hindu dan membelokkan kepada Islam pun dalam penggunaan cerita pewayangan Hindu seperti Mahabharata / Brathayudha dan Ramayana untuk membantu penyebaran agama Islam dengan melakukan sisipan sisipan ke dalamnya, namun Syekh Siti Jenar mengadaptasi nilai yang terkandung yang memang sudah ada di masyarakat Hindu dan Budha pada jaman keemasan Nusantara sehingga nilai kombinasi yang diperkenalkannya kepada masyarakat terbukti sangat cocok bahkan hingga saat ini. Terbukti bahwa daerah seperti Jogjakarta adalah salah satu daerah dengan eksistensi budaya yang sangat tinggi dan pranata sosial yang sangat beradab sebagai hasil penerapan konsep Hindu Budha dari para leluhur Bangsa Indonesia dengan nilai Islam sebagai budaya serapan baru.[rujukan?]





sumber