Tampilkan postingan dengan label reality. Tampilkan semua postingan

gravatar

FAKTA-FAKTA MENAKJUBKAN TENTANG HEWAN

FAKTA-FAKTA MENAKJUBKAN TENTANG HEWAN

  • Apakah hewan yang memiliki jumlah gigi terbanyak di dunia? Tidak, bukan serigala atau singa, melainkan siput! Siput memiliki sekitar 25.000 gigi pada mulutnya.
  • Lumba-lumba dapat tidur dengan satu matanya terbuka
  • Ikan hiu harus selalu berenang sepanjang hidup mereka, jika tidak mereka akan tenggelam.
  • Sapi ternyata lebih berbahaya daripada ikan hiu. Hanya ada sekitar 10 orang yang tewas akibat serangan hiu dalam setahun. Bandingkan dengan korban terinjak sapi yang bisa mencapai 100 orang per tahun.
  • Kecoa tanpa kepala masih dapat hidup selama 9 hari.
  • Seperti halnya tidak ada dua manusia di dunia yang memiliki sidik jari sama, tidak ada dua zebra di dunia ini yang memiliki pola garis-garis yang sama.
  • Ikan mas hanya memiliki ingatan selama 3 detik.
  • Buaya menelan batu-batu sebagai pemberat saat menyelam.
  • Lumba-lumba, gagak, kakatua, dan monyet menggunakan suara yang unik untuk memanggil masing-masing anaknya. Dengan kata lain, mereka memberi nama tiap anaknya.
  • Monyet juga bisa bermain boneka. Monyet betina yang masih kecil akan mengambil sebatang kayu dan memperlakukannya seolah-olah itu anak mereka.
  • Burung flamingo hanya dapat menelan makanannya justru saat menunduk.
  • Berat tulang merpati lebih ringan daripada bulunya.
  • Sejenis kadal bernama Basilisk Lizard mampu berjalan di atas air.
clip_image002[4]
  • Mata burung unta lebih besar daripada otaknya.
  • Hewan paling tahan kekeringan justru adalah jerapah. Jerapah bisa tahan lebih lama tanpa air daripada unta.
  • Armadillo (sejenis trenggiling) selalu melahirkan empat bayi dalam sekali melahirkan dan semuanya berjenis kelamin sama.
  • Kucing tidak merasa sakit saat melahirkan.
  • Hiu adalah satu-satunya hewan yang tak pernah sakit sepanjang hidupnya. Hiu tahan terhadap segala jenis penyakit, bahkan kanker.
  • Bila dikejar buaya, cara paling aman adalah berlari zig-zag.
  • Cokelat beracun bagi anjing dan bisa membunuhnya.
  • Kulit kuda nil sangatlah tebal hingga tahan peluru.
  • Bila benar-benar lapar, seekor gurita bisa memakan tentakelnya sendiri.
  • Kelinci bisa mati bila mereka terlalu ketakutan.
  • Bila kamu memegang ekor kanguru, ia takkan bisa melompat, sebab ekornya dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Namun kemungkinan besar kamu akan ditendang.
  • Kelelawar pemakan buah ada yang mengidap homoseksual.
  • Yak (sejenis bison yang hidup di Himalaya) memproduksi susu berwarna pink.
clip_image004[4]
  • Gajah masih dapat berdiri tegak walaupun sudah mati.
  • Kura-kura dapat bernapas lewat bokongnya (jika diperlukan).
  • Jerapah hanya dapat tidur setengah jam setiap hari.
  • Manusia hanya memiliki 4 jenis golongan darah, namun anjing ada 13.
  • Penguin, walaupun pendek, mampu melompat hingga ketinggian dua meter.
  • Kecoa punya enam hati.
  • Burung hantu punya 3 lapis kelopak mata.
  • Gurita memiliki sembilan otak: delapan otak untuk mengatur gerakan tiap tentakel dan satu otak utama.
  • Tarantula dapat hidup selama dua tahun tanpa memakan apapun.
  • Sapi yang berasal dari daerah yang berbeda memiliki aksen “lenguhan” yang berbeda.
  • Koala betina punya dua vagina.
  • Jumlah tulang yang menyusun leher jerapah sama dengan jumlah seluruh tulang dalam tubuh manusia.
  • Hummingbird (sejenis burung pemakan madu) tidak bisa berjalan. Mereka hanya bisa terbang dan kakinya hanya dapat digunakan untuk hinggap di ranting.
image
  • Beberapa jenis ikan, seperti lele, bisa berganti jenis kelamin.
  • Ketika ada anggota kawanan gajah yang mati, gajah-gajah yang lain akan menggali lubang di tanah, mengubur jenazahnya, dan menutupinya dengan ranting. Bahkan gajah-gajah yang masih hidup akan "berduka" dan meneteskan air mata. Tak hanya itu, mereka ingat dimana gajah itu dikuburkan dan sesekali mendatanginya, seolah-olah sedang berziarah.

gravatar

10 BENCANA ALAM PALING TRAGIS DALAM SEJARAH


10 BENCANA ALAM PALING TRAGIS DALAM SEJARAH
 

Siapapun tak ingin bencana alam menimpanya. Namun apabila Tuhan sudah berkehendak, tak ada yang mampu melarikan diri darinya. Berikut ini adalah 10 bencana alam paling tragis dalam sejarah dunia, mulai dari banjir, gempa, tsunami, angin ribut, gunung meletus, hingga sambaran petir. Beberapa dikenal sebagai bencana alam yang paling banyak memakan korban jiwa. Yang lebih tragis lagi, beberapa bencana alam terburuk dalam sejarah dunia terjadi di Indonesia.

10. Ledakan Palace of Grand Masters 1856
Lokasi: Pulau Rhodes, Yunani
Penyebab: Sambaran petir
Korban: 4.000 jiwa


Bencana ini so pasti adalah bencana teraneh yang pernah terjadi di bumi ini. Pada 3 April 1856, petir menyambar tepat di gudang amunisi di Pulau Rhodes, menyebabkan seluruh pulau meledak dan menelan 4.000 korban. Bandingkan jumlah korban dengan penduduk Pulau Rhodes saat ini, yaitu 6.000 jiwa.
 
9. Letusan Krakatoa 1883
Lokasi: Selat Sunda
Penyebab: Letusan gunung Krakatau
Korban: 21.000 jiwa 

 
Gunung Krakatau pernah mengalami letusan dahsyat pada tahun 1883. Bencana yang diikuti dengan tsunami ini menyebabkan 21 ribu nyawa warga lokal lenyap, terutama karena tsunami yang timbul dari letusan gunung berapi tersebut. Konon, suara letusan terdengar hingga Perth, Australia. Well, kalau suara letusannya saja sekeras itu, gimana dong dengan penduduk Batavia saat itu? Apa mereka nggak tuli, soalnya lokasi mereka kan dekat sekali? Ternyata abu vulkanik yang menyelimuti kota-kota di sekitar Krakatau berperan sebagai peredam suara.
Pada saat berita tentang meletusnya gunung ini sampai ke telinga seorang wartawan The Times di Inggris, ia salah menuliskan nama Krakatau menjadi Krakatoa, sehingga bangsa Barat lebih mengenalnya dengan nama tersebut. Menurut legenda rakyat Sunda, letusan Krakatau terdahulu pada tahun 535 SM menyebabkan terputusnya Pulau Sumatra dan Jawa, walaupun banyak ahli vulkanologi meragukannya. Pada tahun 1927, gunung vulkanik baru muncul dari lokasi meletusnya Krakatau dan disebut Gunung Anak Krakatau. Gunung tersebut hingga kini masih terus naik ke permukaan laut dan bertambah tinggi 5 m per tahun.
 
8. Gempa Besar Lisboa 1755
Lokasi: Lisboa, Portugal
Penyebab:gempa bumi 8,5-9 SR
Korban: 100.000 jiwa 

 
Jika satu bencana tak cukup, bagaimana dengan tiga bencana sekaligus: gempa bumi, tsunami, dan kebakaran sekaligus dalam satu hari? Hmmm…terima kasih. Bencana yang menimpa ibu kota Portugal pada 1 November 1755 memang dikenal sebagai salah satu bencana alam terburuk sepanjang sejarah Eropa. Tak hanya karena korban jiwa mencapai 100.000, namun juga karena hancurnya banyak bangunan bersejarah di Lisboa, rusaknya ribuan karya seni yang tak ternilai harganya, serta lenyapnya catatan historis Vasco da Gama dan literatur sejarah lainnya.
 
7. Tahun Tanpa Musim Panas 1816
Lokasi: Indonesia, namun dampaknya dirasakan di seluruh dunia
Penyebab: letusan Gunung Tambora
Korban: 200.000 jiwa di Eropa dan 70.000 jiwa di Indonesia 


Tahun Tanpa Musim Panas adalah sebutan bagi bencana yang melanda seluruh dunia pada tahun 1816. Pada tahun tersebut terjadi anomali (keanehan) dimana suhu udara turun sangat drastis. Pada bulan yang semestinya musim panas, justru turun salju. Bahkan salju dilaporkan turun di Taiwan yang seharusnya beriklim tropis. Akibatnya penduduk Amerika dan Eropa tidak dapat bercocok tanam dan bencana kelaparan melanda dua benua tersebut, memangsa hingga 100 ribu jiwa hanya dalam kurun waktu setahun.
Dari penyelidikan modern, diketahui bencana tersebut disebabkan oleh abu letusan gunung Tambora di Sumbawa yang letusannya mencapai skala VEI 7, menjadikannya letusan gunung berapi terbesar dan terkuat dalam sejarah modern. Saking kerasnya, letusan gunung ini terdengar hingga Sumatra. Suara letusan yang mirip tembakan meriam menyebabkan Raffles, gubernur jenderal saat itu, mengutus pasukan dari Yogyakarta karena mengira terjadi serangan perang. Uniknya, bencana ini juga menyebabkan dampak pada budaya sebagai berikut.
1. Banyaknya kuda yang mati selama masa kelaparan membuat Karl Drais, seorang penemu dari Belanda menciptakan alat transportasi baru yang disebut sepeda.
2. Suasana Tahun tanpa Musim Panas yang dingin, gelap, dan menakutkan menginspirasi Mary Shelley menciptakan novel “Frankenstein” dan John William Polidori menciptakan novel “Vampyre”. Novel “Vampyre” kemudian dibaca oleh Bram Stoker dan menginspirasinya menciptakan tokoh Dracula yang terkenal itu.
3. Justus von Liebig, seorang ahli kimia menciptakan pupuk sintetis pertama di dunia untuk mengatasi kelaparan.
 
6. Gempa dan Tsunami Aceh 2004
Lokasi: Indonesia dan negara Asia Pasifik lainnya
Penyebab: gempa 9,3 SR
Korban: 280.000 jiwa 


Bencana ganda ini terjadi pada 26 Desember 2004, dimana gempa dan tsunami menyapu lebih dari empat negara, yaitu Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand. Efek tsunami dapat dirasakan hingga Somalia (Afrika), Meksiko, Kanada, hingga Antartika. Gempa di Aceh pada tahun 2004 merupakan gempa terkuat ketiga dalam sejarah, setelah Gempa Cile 1960 (9,5 SR) dan Gempa Alaska 1964 (9,2 SR). Namun tsunami yang dirasakan merupakan tsunami yang memakan korban jiwa terbanyak dalam sejarah. Uniknya, gempa ini terjadi tepat setahun (hingga pada jamnya) setelah gempa 6,6 SR menewaskan 30.000 orang di Bam, Iran. Gempa ini juga melepaskan energi setara 550 juta kali lipat dari bom atom Hiroshima atau setara dengan penggunaan energi di Amerika Serikat selama 370 tahun. Tak hanya warga lokal, sekitar 9.000 turis mancanegara juga menjadi korban bencana alam ini.
 
5. Siklon Bhola 1970
Lokasi: Bangladesh
Penyebab: angin ribut
Korban: 500.000 jiwa 


Bencana ini tercatat sebagai badai siklon tropis terbesar dalam sejarah dan menyerang bagian timur Pakistan (sekarang Bangladesh). Pemimpin junta militer Pakistan Yahya Khan saat itu dianggap bertanggung jawab karena lambatnya penanganan bencana serta kesombongan sang jenderal ketika menolak bantuan dari India. Hal ini menyebabkan setengah juta penduduk menjadi korban dan memicu lepasnya Bangladesh dari wilayah Pakistan.
 
4. Gempa Shaanxi 1456
Lokasi: Shaanxi, Cina
Penyebab: gempa 8 SR
Korban: 830.000 jiwa 


Gempa ini dianggap sebagai gempa bumi dengan jumlah korban jiwa terbanyak dalam sejarah dunia. Bencana ini terjadi pada masa Dinasti Ming yaitu pada masa pemerintahan Kaisar Jianjing sehingga sering disebut pula gempa Jianjing. Gempa ini menewaskan kira-kira 60% penduduk wilayah yang mengalami gempa saat itu.
 
3. Banjir Besar Cina 1931
Lokasi: Cina
Penyebab: meluapnya Sungai Kuning, Sungai Yangtze, dan Sungai Huai
Korban: 4 juta jiwa 


Banjir ini disebut-sebut sebagai bencana alam yang paling banyak memakan korban dalam sejarah modern. Pemerintah komunis RRC menyatakan dalam pernyataan resminya bahwa jumlah korban hanya mencapai 145.000, namun media Barat meyakini jumlah korban tewas dapat mencapai 4 juta jiwa. Banyaknya korban jiwa tak hanya disebabkan karean tenggelam, namun juga karena bencana kelaparan dan wabah penyakit seperti kolera dan tifus.
 
2. Bencana Kelaparan Besar 1958-1961
Lokasi: Cina
Penyebab: alam dan human error
Korban: 48 juta jiwa 


Bencana kelaparan ini terjadi selama 3 tahun dan menyebabkan jutaan rakyat Cina tewas. Laporan resmi pemerintah Cina menyatakan bahwa bencana ini merenggut nyawa 15 juta jiwa, namun media Barat memperkirakan korban berjumlah hingga 48 juta jiwa. Diperkirakan bahwa bencana ini 30% disebabkan oleh alam dan 70% sisanya disebabkan kesalahan pemerintah.
1. Pemerintah menganjurkan sistem pertanian monokultur, yang justru menyebabkan tumbuhan tumbuh menjadi lebih pendek.
2. Pemerintah menyarankan petani mencangkul hingga kedalaman 1-2 m karena tanah yang subur dianggap berada pada lapisan tanah paling bawah, padahal seharusnya tanah tersubur ada di bagian paling atas.
3. Distribusi bahan makanan yang tidak adil. Ada laporan yang menyebutkan, sementara banyak warganya yang mati kelaparan, pemimpin desa justru mendapatkan makanan dan minuman yang berlebih.
4. Pemerintah menarik jutaan petani Cina untuk bekerja di pabrik baja dan besi, menyebabkan lahan-lahan pertanian terbengkalai.
5. Bencana kekeringan pada 1960 karena perubahan pola cuaca.
6. Meluapnya Sungai Kuning pada tahun 1959.
Yang paling mengerikan dari bencana ini bukan hanya tingginya jumlah korban jiwa, namun juga penderitaan tak terbayangkan yang mereka alami serta munculnya kanibalisme.
 
1. Wabah Black Death abad ke-14
Lokasi: Eropa
Penyebab: bakteri Yersinia pestis
Korban: 100 juta jiwa 


Wabah ini adalah wabah terbesar dalam sejarah umat manusia. Hanya dalam waktu dua tahun (1348-1350), wabah ini telah menyapu separuh dari populasi Eropa. Penyebabnya diduga bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh kutu yang kemudian menjadi parasit pada tikus. Wabah ini diduga berasal dari Cina lalu masuk ke Eropa melalui Jalur Sutra. Wabah ini disebut Black Death karena gejala berupa ruam kehitaman pada kulit korban karena pendarahan di bawah kulit.
BONUS:
Letusan Toba 70 ribu tahun lalu
Lokasi: sekarang danau Toba, namun dampaknya dirasakan di seluruh dunia
Penyebab: letusan supervolcano
Korban: 99% populasi manusia saat itu 


Letusan sebuah gunung yang disebut supervolcano sekitar 70.000 tahun yang lalu tidak hanya meninggalkan kawah yang kini menjadi danau terbesar di Indonesia, namun juga mengubah sejarah manusia. Letusan berskala VEI 8 atau terbesar sepanjang sejarah umat manusia ini menyebabkan munculnya Zaman Es yang menyebabkan sekitar 99% populasi manusia saat itu musnah, menyisakan hanya 10.000 manusia saja yang hidup. 


sumber:backpaker

gravatar

Komunitas Atheis Indonesia





Menjadi ateis di Indonesia tentu tidak mudah. Sebab itu, banyak dari mereka menyembunyikan identitas sebagai kaum penolak Tuhan. 

Berbeda dengan Karl Karnadi. Dia cuek saja nama lengkapnya disebut dan fotonya dipublikasi. Dia hanya ingin masyarakat Indonesia menerima kenyataan sekaligus perbedaan. Meski sebagai negara berketuhanan, ada sebagian kecil dari warga Indonesia menolak mengakui Tuhan itu ada. 

Mulanya, dia sedikit tertutup lantaran belum ada media berbahasa Indonesia mewawancarai dia sebagai pendiri komunitas Indonesian Atheists. Berikut wawancara Faisal Assegaf dari merdeka.com dengan Karl Karnadi melalui surat elektronik, Selasa (19/3). 

Gagasan siapa mendirikan Komunitas Ateis Indonesia?

Pada Oktober 2008, saya mendirikan komunitas Facebook bernama Indonesian Atheists, disingkat IA (catatan: namanya persis seperti itu dgn istilah Inggris, berbeda dgn ateis indonesia atau komunitas atheis indonesia). Sebelum itu, sebenarnya sudah ada beberapa komunitas ateis di forum-forum atau milis meski belum ada yang dikembangkan serius. Ide dari saya awalnya sederhana saja. 

Saya ingin tempat berdiskusi dengan teman-teman saya dari Indonesia yang juga ketemu bertemu di Internet dan sama-sama ateis atau agnostik. Awalnya jumlahnya kecil sekali, kurang dari sepuluh orang. Sekarang tentu ini berkembang jauh dari sekadar online di mana kami bisa berkumpul juga di dunia nyata, saling dukung satu sama lain pada saat ada yang terkena diskriminasi.

Pada 2011, teman saya (salah satunya akan anda wawancara), mendirikan laman Facebook bernama Anda Bertanya Ateis Menjawab, disingkat ABAM beralamatkan di http://FB.ateismenjawab.com dan ini sedang kami kembangkan. Gagasan ini berasal dari teman saya tadi, tapi saya dan beberapa teman lain sangat mendukung dan ikut mengembangkan. Grup IA di atas diperuntukkan untuk sesama ateis dan agnostik, sementara ABAM untuk semua orang, baik beragama atau tidak. Kami mengharuskan format interaksi di ABAM dalam bentuk tanya jawab sehingga menghindarkan debat kusir atau interaksi tidak sehat.

Apa tujuan pendirian komunitas ini?

Tujuannya ada dua, ke dalam dan keluar. Ke dalam, kami ingin mendukung dan menghibur teman-teman ateis terdiskriminasi dalam dunia nyata, dan ada banyak sekali yang seperti ini. Ada banyak orang masih menyembunyikan identitas sebagai ateis, pelajar harus berpura-pura beragama di hadapan keluarganya, suami atau istri harus berpura-pura di hadapan anak dan pasangannya. Sama sekali tidak mudah. 

Bayangkan bila teman-teman beragama dipaksa harus berpura-pura beragama lain, kira-kira rasanya sama. Tidak setuju tetapi tidak bisa bersuara, tidak bisa menampilkan jati diri tanpa jadi korban kebencian dan diskriminasi. Komunitas online sangat berperan sebagai kelompok pendukung dan memberikan dukungan bagi mereka yang terdiskriminasi.

Keluar, kami ingin mengenalkan ada ateis juga di Indonesia dan kami ingin dipandang bukan sebagai musuh, tapi sebagai sesama manusia, sesama warga Indonesia. Sumber dari permusuhan adalah prasangka negatif sering salah tetapi tersebar luas. Prasangka-prasangka negatif ini ingin kami luruskan. 

Ateis adalah orang-orang normal dan bermoral, warga yang membayar pajak dan mengikuti hukum, sama seperti orang-orang lain beragama. Bedanya, kami tidak percaya keberadaan Tuhan agama apapun. Perbedaan kadang menimbulkan ketersinggungan. Ini lumrah, tetapi tidak harus disikapi dengan permusuhan dan kebencian. Sebagai sesama manusia, sebenarnya kita memiliki lebih banyak persamaan ketimbang perbedaan, hanya kita sering lupakan itu dan fokus pada perbedaannya saja.

Tujuan pertama kami capai dengan grup IA dan tujuan kedua dengan laman ABAM.

Kapan komunitas itu dibentuk? Siapa saja pendirinya dan di mana didirikan?

Ini kebetulan sudah saya sebutkan di atas. Kami adalah satu komunitas dan menyediakan berbagai macam media interaksi, dua di antaranya melalui IA (Indonesian Atheists) ke sesama ateis dan ABAM (Anda Bertanya Ateis Menjawab) kepada orang lain. 

Sampai kini sudah berapa jumlah anggota komunitas? dari mana saja, berapa lelaki dan perempuan? Asal agama mana saja?

Pencatatan lumayan akurat bisa dilihat di http://atheistcensus.com/. Di situ bisa terlihat jumlah dari komunitas ateis dari Indonesia sekitar 600-an orang. Tentu yang aktif dan bertemu reguler tidak sebanyak itu. Urutan eks agama apa saja sesuai dengan demografis Indonesia, jadi terbesar dari muslim, kemudian Kristen, dan seterusnya. Kami tidak mencatat atau mendata anggota-anggota kami baik yang aktif atau tidak aktif. Banyak dari mereka masih tertutup di kehidupan nyata dan mungkin tidak akan merasa nyaman bila didata seperti itu, jadi maaf kalau tidak mendetail. Tapi data-data dari atheistcensus saya rasa cukup bagus.

Apakah komunitas ini memiliki kantor dan ada pertemuan rutin? Kalau ada, apa saja yang dibahas?

Tidak, kantor kami di Facebook dan media sosial lainnya. Seperti saya sebut di atas, ada pertemuan-pertemuan di beberapa kota besar meski tidak rutin. Nonton bioskop atau film DVD bersama-sama, datang ke acara tertentu bareng, menyanyi karaokean, dan makan malam rame-rame. Tentu ada beraneka ragam topik dibahas, di antaranya juga curhat pada saat ada kesulitan atau frustrasi terhadap kondisi kehidupan penuh diskriminasi. Tetapi yang terutama adalah bersenang-senang bersama-sama. 

Bagaimana reaksi saat komunitas ini dibentuk?

Pemberitaan dimulai pada saat AFP (salah satu media internasional) mewawancarai saya dan memberitakan pada Januari 2009 tentang komunitas ateis di Indonesia. Kemudian tidak lama, komunitas kami berkembang pesat, baik dari jumlah atau pemberitaan di media. Jadi saya rasa sejauh ini cukup positif. Banyak pengunjung laman ABAM dari orang-orang beragama mulai menerima keberadaan kami meski di saat yang sama tidak setuju dengan ateis. Saya harap pembaca artikel ini akan memiliki kesan sama.

Apa alasan Anda menjadi atheis? Sejak kapan Anda menjadi atheis? Bagaimana reaksi keluarga Anda?

Tiga pertanyaan ini saya jawab sekaligus. Saya menjadi ateis baru sekitar akhir 2007, tetapi sudah melalui sekitar dua tahun penuh pergumulan. Saya belajar banyak hal sebelumnya tentang sains dan agama. Jawaban dari masing-masing agama berdasar kitab atau tokoh tertentu mereka sucikan tidak memuaskan saya. 

Keluarga saya beragama dan taat. Mereka tentunya kecewa dengan jalan saya tempuh tetapi saya cukup beruntung mereka tetap menerima saya sebagai anak. Banyak teman-teman ateis lain mengalami nasib jauh lebih buruk dengan adanya pengusiran dari rumah dan pengucilan. Saya juga beruntung karena saya berangkat untuk studi di Jerman sehingga relatif sedikit tekanan psikologis dan diskriminasi saya terima. Saya salut kepada teman-teman ateis lain tinggal di Indonesia dan harus mengalami diskriminasi setiap hari. Pastinya tidak mudah.

Apakah Anda yakin orang bisa benar-benar tidak percaya Tuhan?

Seorang muslim tidak percaya agama Kristen, Hindu, dan agama lain selain Islam. Seorang Kristen tidak percaya semua agama kecuali Kristen. Kami mirip seperti itu, bedanya adalah kami tidak percaya semua agama. Ini sesuatu mungkin asing bagi masyarakat Indonesia belum pernah mendengar, tetapi kami benar-benar tidak percaya Tuhan. Kami menjalani hidup seperti biasa, dengan mimpi-mimpi dan ambisi, dengan keberhasilan dan kegagalan, sama seperti orang lain. Hanya saja kami tidak menggantungkan pada Tuhan melainkan pada harapan, pembelajaran, introspeksi diri, pada berbagai hal manusiawi kami bisa pelajari.

Atau ateis itu sekadar tidak percaya Tuhan versi agama dan keyakinan selama ini? Jadinya ateis itu punya Tuhan dalam wujud lain?

Tidak ada, ateis benar-benar tidak percaya Tuhan apapun yang berwujud. Ateis bukan selalu didasarkan pada kekecewaan atas agama tertentu. Ada yang didasarkan pada pembelajaran pribadi, bahkan ada yang dari kecil memang tidak menerima pelajaran agama. Saya termasuk yang melalui pembelajaran dan pergumulan pribadi cukup panjang.

Anda yakin tidak pernah ingat Tuhan atau menyebut nama Tuhan sejak menjadi ateis?

Tidak, saya rasa sikap bergantung pada Tuhan ini terutama adalah kebiasaan. Banyak dari kita sejak kecil terdidik secara agama tentu terbiasa dengan hal itu. Tetapi kebiasaan juga bisa berubah, begitu pula kepercayaan.

Pernahkah Anda hampir mati? Kalau belum, kepada siapa minta tolong waktu hampir mati?

Saya belum pernah mengalami pengalaman hampir mati, tetapi saya pernah mengalami kecelakaan dan saat-saat di mana saya merasa terancam secara fisik (kecelakaan lalu lintas pada saat saya ada di Indonesia, tidak ada kaitan dgn ateisme saya). Saya hanya terpikir meminta tolong pada orang bisa dimintai tolong dan pada saat ada orang lain bermurah hati menolong saya berterima kasih atau bersyukur pada orang itu. 

Saya paham ini sesuatu yang asing atau terlihat aneh bagi banyak orang, tetapi memang akan selalu terasa asing pada hal-hal orang belum pernah kenal. Tak kenal maka tak sayang. Kami berusaha sebaik-baiknya mengenalkan diri kami sebenarnya dan berharap mendapat sayang dari masyarakat Indonesia meski kami berbeda.

Biodata

Nama:
Karl Karnadi

Umur:
29 tahun

Pendidikan:
Kuliah S2 ilmu komputer

Pekerjaan:
Periset paruh waktu
Pendiri Indonesian Atheists
Administratur Anda Bertanya Ateis Menjawab.

Tempat Tinggal:
Jerman sejak 2006

--------------------------

KESAKSIAN SEORANG PENGIKUT ATHEIS INDONESIA



Hidupnya berputar lima tahun lalu ketika masih berusia 19 tahun. Di umur sebelia itu, putaran dilakoni Nu (tidak nama sebenarnya) bukan soal nasib, tapi keyakinan. Dari penganut Katolik taat berganti ateis. 

Tuhan biasanya menjadi sandaran pamungkas ketika seseorang galau. Namun itu tidak lagi berlaku buat bungsu dari tiga bersaudara ini. "Gue nyaman dengan keadaan ini," kata Nu saat ditemui merdeka.com, Selasa malam dua pekan lalu, di sebuah kafe di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan. "Sampai sekarang tidak ada bukti membuat gue percaya Tuhan itu ada." 

Pemuda berkaca mata itu tidak sendirian. Dia merupakan anggota komunitas Indonesia Atheists, sebuah kumpulan penolak Tuhan eksis lewat laman Facebook. Bahkan, Nu terhitung pendiri bersama Karl Karnadi. Komunitas ini dibentuk pada 1 Oktober 2008.

Hingga Rabu pekan lalu, Indonesian Atheists beranggotakan 1.110 orang. Sekitar 65 persen adalah lelaki dan kebanyakan yang tidak percaya Tuhan tadinya penganut agama dibawa oleh Nabi Muhammad. Jumlah mereka sedikit unggul ketimbang mantan pemeluk Nasrani. "Dasar pembentukan adalah mendirikan semacam suaka buat teman-teman ateis dan non-religius untuk mengekspresikan pemikiran," ujar Nu. 

Di awal berdirinya, baru ada sekitar seratus anggota. Komunitas Indonesian Atheists ini juga menggelar pertemuan kecil untuk sekadar saling kenal dan bertukar kabar. Nu mengklaim sampai saat ini anggota mereka tersebar mulai ujung Sumatera hingga Papua. Bahkan, ada juga yang menetap di luar negeri. 

Untuk bergabung tidak sulit, cukup mengajukan diri lewat laman Facebook Indonesian Atheists. Nu sebagai administratur, lantas bakal memverifikasi pendaftar. Dia bakal mencari tahu latar belakang dan tujuan mereka. Saban hari, komunitas ini kedatangan 5-10 orang. Setelah verifikasi selesai, pendaftar menjalani wawancara lewat pesan pribadi. Selepas itu, Nu dan Karl bakal membahas hasil wawancara itu sebelum memutuskan apakah pendaftar bisa diterima menjadi anggota atau ditolak. 

Indonesia Atheists tidak berjalan kaku. Tidak ada aturan main dan pemimpin. "Yang penting tiap anggota dalam berdiskusi menjaga situasi supaya nyaman, tidak berkata kasar atau melecehkan," tutur Nu. Meski kebanyakan sudah paham, komunitas ini mengingatkan anggota mereka agar tidak sembarangan sesumbar di depan publik sebagai orang tidak percaya Tuhan. 

Imbauan ini berkaca dari pengalaman Alexander alias Aan, administratur laman Facebook Ateis Minang. Dia ditangkap karena berkoar sebagai seorang ateis. Majelis hakim Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung, Sumatera Barat, pertengahan Juni tahun lalu, memvonis lelaki 30 tahun itu 2,5 tahun kurungan dan denda Rp 100 juta. Dia didakwa dengan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik lantaran menyebarkan kebencian rasial dan agama.

Indonesian Atheists hanyalah sebagian dari komunitas-komunitas manusia tak bertuhan di negara ini. Memang sulit memastikan jumlah mereka. Karl Karnadi, pendiri Indonesian Atheists, sangat berharap masyarakat bersedia menerima kaum ateis. "Kami berusaha sebaik-baiknya mengenalkan diri kami sebenarnya dan berharap mendapat sayang dari masyarakat Indonesia meski kami berbeda," ucapnya kepada merdeka.com lewat surat elektronik.

-----------------------------------

PERKEMBANGAN ATHEIS DUNIA



Perkembangan ilmu pengetahuan makin pesat dan zaman kian modern. Alhasil, para ilmuwan sudah banyak menyingkap misteri alam semesta. 

Rupanya makin banyak semua hal bisa dapat dicapai dengan nalar, bertambah pula manusia mengagungkan rasionalitas mereka. Akibatnya, stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, seperti hasil survei lembaga jajak pendapat WIN Gallup Agustus tahun lalu, orang tidak percaya Tuhan terus bergerombol. Kaum ateis di seantero dunia naik tujuh persen dan pertumbuhan paling cepat berlangsung di Prancis. 

Berdasarkan hasil studi Gallup, negara dengan tingkat religiusitas tinggi, yakni Ghana (96 persen), disusul Nigeria (93 persen), dan Macedonia (90 persen). Negara berpenduduk paling tidak percaya Tuhan adalah Jepang (31 persen), diikuti Republik Ceko (30 persen), dan Prancis (29 persen).

Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Surat kabar the Daily Mail melaporkan pada Oktober tahun lalu, hasil penelitian oleh Pew Forum on Religion & Public Life menunjukkan penganut ateis meningkat lima persen dalam lima tahun terakhir. Survei ini dilakukan sepanjang Juni-Juli 2012 dan melibatkan tiga ribu responden.

Hingga saat ini, Aliansi Ateis Internasional (AAI) masih mensensus kaum ateis sejagat lewat situs http://atheistcensus.com/. Jumlah mereka saban hari terus bertambah. Berdasarkan hasil sementara, sepuluh negara dengan jumlah orang ateis terbanyak adalah Amerika Serikat (64.940), Brasil (14/703), Britania Raya (13.134), Turki (11.827), Australia (8.886), Kanada (8.848), India (3.853), Italia (3.343), Jerman (3.314), dan Iran (3.306). 

Kaum ateis ini kebanyakan dulunya beragama Protestan (33,7 persen), disusul Katolik (31,3 persen), dan Islam (10 persen). Mereka sebagian besar bergelar sarjana (60 persen) dan master (19,4) persen. Kelompok anti-Tuhan ini mayoritas lelaki (73,7 persen) dan perempuan (25,7 persen) dengan rentang usia 25-34 tahun (35,7 persen) dan 15-24 tahun (30,4 persen).




NOTE: You are welcome to share my poetry with others – please credit “dithelen” with a link to my website.  Thanks!

gravatar

Desi & bibir kecilnya

Desi warga desa Cikarang, Bogor datang bersama ibunya (imas) ke bakti sosial pengobatan umum/gigi (2010) untuk mendapatkan bantuan pengobatan, karena kebetulan desi sedang menderita demam. Namun kondisi fisik desi tidaklah begitu baik. 
Di wajah lugu desi tepatnya pada bibir bagian bawah terdapat gumpalan merah kehitaman. Menurut pengakuan ayahnya (wahyudi), awalnya benjolan tersebut hanya berupa bintik kecil berwarna merah. Hal ini diketahui sang ayah sejak desi  lahir.

Tidak ada rasa kawatir saat itu, hingga akhirnya bintik kecil itu menunjukkan perubahan seiring dengan pertumbuhan desi. Saat usia desi 1 tahun, bintik kecil mengalami pertumbuhan dan membesar. Desi terlihat berbeda dari anak-anak lainnya. Karena kondisi bibirnya yang tidak normal. Hati wahyudi dan imas teriris pilu. Berkali-kali desi diperiksakan ke dokter puskesmas namun tidak ada penjelasan yang diperoleh wahyudi tentang kondisi anaknya. “hati saya sedih. Bagaimana nanti jika benjolan it uterus membesar dan menutupi wajah desi. Apa yang harus saya katakana pada desi, jika ia menanyakan penyakitnya atau meminta saya untuk mengobatinya. Sejujurnya, saya sangat takut…jangan-jangan benjolan itu tumor ganas yang akan merenggut nyawa anak saya.” Ungkap wahyudi.



Wahyudi yang bekerja sebagai buruh tidak tetap menyadari keterbatasannya. Keinginannya membawa desi berobat di rumah sakit belum juga tercapai karena rupiah demi rupiah yang ia cari belum terkumpul juga. Kebutuhan hidup istri dan keempat anaknya menjadi prioritas yang tidak mungkin di tunda. Namun wahyudi tidak pernah menyerah. Sambil bekerja keras ia terus berupaya untuk kesembuhan desi dengan mencari bantuan pengobatan. Hingga desi berusia 3 tahun, akhirnya wahyudi bertemu dengan donator dan inilah satu masa dimana desi mendapatkan bantuan pengobatan.

Rangkaian pemeriksaan berlangsung di RS Fatmawati Jakarta (February 2011) oleh DR.Audy Budiarty,SpBP dan DR.Elida sari siburian,SpBP.
Desi menderita Hemangioma di bibir yang terdapat di 4 titik; bibir, dagu, pipi kanan dan pipi kiri. Dengan kondisi tersebut, tim dokter mengatakan bahwa tindakan operasi tidak mungkin dilakukan karena akan mengakibatkan pendarahan. Untuk mengatasinya, diputuskan untuk melakukan tindakan penyuntikan dengan Aethoxysklerol Injection 3% (1 vial 2ml), secara berkala yakni dua minggu sekali sampai hemangioma mengecil.

“Saya sangat bahagia dengan semua kebaikan donatur untuk desi yang begitu peduli dan serius menolong desi. Walaupun proses yang kami jalani untuk kesembuhan desi sangat lama, namun melihat perubahan di bibir desi yang terlihat mengecil, saya sangat bahagia. Yang penting desi sembuh, saya sangat berterimakasih untuk perhatian dan bantuannya. Saya berharap, para donator terus ada untuk menolong orang-orang seperti kami ini.” wahyudi.
Satu tahun lebih dan penyuntikan Aethoxysklerol Injection 3% masih diberikan untuk menolong desi agar terbebas dari Hemangioma. Perlahan, gumpalan dibagian bibirnya menunjukkan perubahan dan mengecil. Dibutuhkan kesabaran untuk melihat desi benar-benar terbebas dari penderitaanya.